Sistem Pencernaan Pada Manusia

Salah satu ciri makhluk hidup adalah memerlukan makanan. Makanan yang telah dimakan akan diuraikan dalam sistem pencernaan menjadi sumber energi, komponen penyusun sel dan jaringan, dan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Salah satu sistem kompleks dalam tubuh adalah sistem pencernaan. Nah, apa sajakah bagian-bagian dari sistem pencernaan pada manusia? Langsung saja kita simak selengkapnya…..

1. Pengertian Sistem Pencernaan Pada Manusia

Sistem pencernaan merupakan sistem yang memproses mengubah makanan dan menyerap sari makanan yang berupa nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Sistem pencernaan juga akan memecah molekul makanan yang kompleks menjadi molekul yang sederhana dengan bantuan enzim sehingga mudah dicerna oleh tubuh.
Sistem pencernaan pada manusia hampir sama dengan sistem pencernaan hewan lain yaitu terdapat mulut, lambung, usus, dan mengeluarkan kotorannya melewati anus. Proses pencernaan pada manusia terbagi atas 5 macam yaitu:

1.1. Injesti

Adalah proses menaruh atau memasukkan makanan di mulut. Biasanya menggunakan tangan atau menggunakan alat bantu seperti sendok, garpu, sumpit, dan lain sebagainya.

1.2. Pencernaan Mekanik

Proses pencernaan mekanik yaitu proses mengubah makanan menjadi kecil dan lembut. Pencernaan mekanik dilakukan oleh gigi dan alat bantu lain seperti batu kerikil pada burung merpati. Proses ini bertujuan untuk membantu untuk mempermudah proses pencernaan kimiawi. Proses ini dilakukan secara sadar atau sesuai dengan keinginan kita.

1.3. Pencernaan Kimiawi

Proses pencernaan kimiawi yaitu proses mengubah molekul-molekul zat makanan yang kompleks menjadi molekul-molekul yang lebih sederhana sehingga mudah dicerna. Pencernaan kimiawi dilakukan oleh enzim, asam, ‘bile’, dan air. Proses ini dilakukan secara tidak sadar karena yang mengaturnya adalah enzim.

1.4. Penyerapan

Penyerapan adalah gerakan nutrisi dari sistem pencernaan ke sistem sirkulator dan ‘lymphatic capallaries’ melalui osmosis, transport aktif, dan difusi.

1.5. Penyingkiran

Yaitu penyingkiran/pembuangan material yang tidak dicerna dari ‘tract’ pencernaan melalui defekasi.

2. Organ Dalam Sistem Pencernaan Pada Manusia

Organ yang termasuk dalam sistem pencernaan terbagi menjadi dua kelompok. Yaitu:

2.1. Saluran Pencernaan

Saluran pencernaan adalah saluran yang kontinyu berupa tabung yang dikelilingi otot. Saluran pencernaan mencerna makanan, memecah nya menjadi bagian yang lebih kecil dan menyerap bagian tersebut menuju pembuluh darah. Organ-organ yang termasuk di dalam nya adalah : mulut, faring, esofagus, lambung, usus halus serta usus besar. Dari usus besar makanan akan dibuang keluar tubuh melalui anus.

2.2. Organ pencernaan tambahan (aksesoris)

Organ pencernaan tambahan ini berfungsi untuk membantu saluran pencernaan dalam melakukan kerjanya. Gigi dan lidah terdapat dalam rongga mulut, kantung empedu serta kelenjar pencernaan akan dihubungkan kepada saluran pencernaan melalui sebuah saluran. Kelenjar pencernaan tambahan akan memproduksi sekret yang berkontribusi dalam pemecahan bahan makanan. Gigi, lidah, kantung empedu, beberapa kelenjar pencernaan seperti kelenjar ludah, hati dan pankreas.

3. Bagian-Bagian Sistem Pencernaan Pada Manusia

4. Proses Pencernaan Makanan Dalam Sistem Pencernaan Pada Manusia

Pertama-tama, pencernaan dilakukan oleh mulut. Disini dilakukan pencernaan mekanik yaitu proses mengunyah makanan menggunakan gigi dan pencernaan kimiawi menggunakan enzim ptialin (amilase). Enzim ptialin berfungsi mengubah makanan dalam mulut yang mengandung zat karbohidrat (amilum) menjadi gula sederhana (maltosa). Maltosa mudah dicerna oleh organ pencernaan selanjutnya. Enzim ptialin bekerja dengan baik pada pH antara 6,8 – 7 dan suhu 37oC.
Makanan selanjutnya dibawa menuju lambung dan melewati kerongkongan. Makanan bisa turun ke lambung karena adanya kontraksi otot-otot di kerongkongan. Di lambung, makanan akan melalui proses pencernaan kimiawi menggunakan zat/enzim sebagai berikut:

  • Renin, berfungsi mengendapkan protein pada susu (kasein) dari air susu (ASI). Hanya dimiliki oleh bayi.
  • Pepsin, berfungsi untuk memecah protein menjadi pepton.
  • HCl (asam klorida), berfungsi untuk mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Sebagai disinfektan, serta merangsang pengeluaran hormon sekretin dan kolesistokinin pada usus halus.
  • Lipase, berfungsi untuk memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Namun lipase yang dihasilkan sangat sedikit.

Setelah makanan diproses di lambung yang membutuhkan waktu sekitar 3 – 4 jam, makanan akan dibawa menuju usus dua belas jari. Pada usus dua belas jari terdapat enzim-enzim berikut yang berasal dari pankreas:

  1. Amilase. Yaitu enzim yang mengubah zat tepung (amilum) menjadi gula lebih sederhana (maltosa).
  2. Lipase. Yaitu enzim yang mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
  3. Tripsinogen. Jika belum aktif, maka akan diaktifkan menjadi tripsin, yaitu enzim yang mengubah protein dan pepton menjadi dipeptida dan asam amino yang siap diserap oleh usus halus.

Selain itu, terdapat juga empedu. Empedu dihasilkan oleh hati dan ditampung di dalam kantung empedu. Selanjutnya, empedu dialirkan melalui saluran empedu ke usus dua belas jari. Empedu mengandung garam-garam empedu dan zat warna empedu (bilirubin). Garam empedu berfungsi mengemulsikan lemak. Zat warna empedu berwarna kecoklatan, dan dihasilkan dengan cara merombak sel darah merah yang telah tua di hati. Empedu merupakan hasil ekskresi di dalam hati. Zat warna empedu memberikan ciri warna cokelat pada feses.
Selanjutnya makanan dibawa menuju usus halus. Di dalam usus halus terjadi proses pencernaan kimiawi dengan melibatkan berbagai enzim pencernaan. Karbohidrat dicerna menjadi glukosa. Lemak dicerna menjadi asam lemak dan gliserol, serta protein dicerna menjadi asam amino. Jadi, pada usus dua belas jari, seluruh proses pencernaan karbohidrat, lemak, dan protein diselesaikan. Selanjutnya, proses penyerapan (absorbsi) akan berlangsung di usus kosong dan sebagian besar di usus penyerap. Karbohidrat diserap dalam bentuk glukosa, lemak diserap dalam bentuk asam lemak dan gliserol, dan protein diserap dalam bentuk asam amino. Vitamin dan mineral tidak mengalami pencernaan dan dapat langsung diserap oleh usus halus.
Makanan yang tidak dicerna di usus halus, misalnya selulosa, bersama dengan lendir akan menuju ke usus besar menjadi feses. Di dalam usus besar terdapat bakteri Escherichia coli. Bakteri ini membantu dalam proses pembusukan sisa makanan menjadi feses. Selain membusukkan sisa makanan, bakteri E. coli juga menghasilkan vitamin K. Vitamin K berperan penting dalam proses pembekuan darah. Sisa makanan dalam usus besar masuk banyak mengandung air. Karena tubuh memerlukan air, maka sebagian besar air diserap kembali ke usus besar. Penyerapan kembali air merupakan fungsi penting dari usus besar.
Selanjutnya sisa-sisa makanan akan dibuang melalui anus berupa feses. Proses ini dinamakan defekasi dan dilakukan dengan sadar.

5. Gangguan Pada Sistem Pencernaan Manusia

Gangguan pada sistem pencernaan cukup beragam. Faktor penyebabnya-pun bermacam-macam, di antaranya makanan yang kurang baik dari segi kebersihan dan kesehatan, keseimbangan nutrisi, pola makan yang kurang tepat, adanya infeksi, dan kelainan pada organ pencernaan.
Ada beberapa gangguan atau kelainan yang dapat terjadi pada sistem pencernaan pada manusia. Diantaranya:

5.1. Gastritis

Merupakan suatu peradangan akut atau kronis pada lapisan mukosa (lender) dinding lambung. Penyebabnya ialah penderita memakan yang mengandung kuman penyakit. Kemungkinan juga karena kadar asam klorida (HCL) pada lambung terlalu tinggi.

5.2. Hepatitis

Hepatitis merupakan penyakit yang terjadi akibat infeksi virus pada hati. Virus dapat masuk ke dalam tubuh melalui air atau makanan.

5.3. Diare

Diare terjadi karena adanya iritasi pada selaput dinding usus besar atau kolon. Fases penderita diare berbentuk encer. Penyebabnya adalah penderita memakan makanan yang mengandung bakteri atau kuman. Akibatnya gerakan peristaltic dalam usus tidak terkontrol. Sehingga, laju makanan meningkat dan usus tidak dapat menyerap air. Namun, apabila fases yang dikeluarkan bercampur dengan darah dan nanah, kemudian perut terasa mulas, gejala tersebut menunjuk pada penyakit desentri. Penyebabnya yakni infeksi bakteri Shigella pada dinding usus besar.

5.4. Konstipasi

Konstipasi atau yang sering kita sebut dengan sebutan “sembelit” adalah keadaan yang dialami seseoang dengan gejala fases mengeras sehingga susah dikeluarkan. Sembelit disebabkan oleh adanya penyerapan air pada sisia makanan. Akibatnya, fases kekurangan air dan menjadi keras. Ini terjadi dari kebiasaan buruk yang menunda-nunda buang besar. Selain itu, juga karenakurangnya penderita dalam mengkonsumsi makanan berserat. Oleh karena itu, banyak memakan buah-buahan dan sayur-sayuran berserat serta minum banyak air dapat mencegah gangguan ini.

5.5. Apendisitis

Apendisitis merupakan gangguan yang terjadi karena peradangan apendiks. Penyebabnya ialah adanya infeksi bakteri pada umbai cacing (usus buntu). Akibatnya, timbul rasa nyeri dan sakit.

5.6. Hemeroid/Wasir/Ambeyen

Hemoroid/Wasir/Ambeyen merupakan gangguan pembengkakan pada pembuluh vena disekitar anus. Orang yang sering duduk dalam beraktivitas dan ibu hamil seringkali mengalami gangguan ini.

5.7. Maag

Orang yang mengalami maag memiliki ciri-ciri rasa perih pada dinding lambung, mual, muntah, dan perut kembung. Gangguan ini disebabkan meningkatnya kadar asam lambung yang dipicu karena pikiran tegang, pola makan yang tak teratur, dan lain sebagainya.

5.8. Keracunan

Keracunan makanan dapat terjadi karena pengaruh beberapa bakteri semisal bakteri Salmonela yang menyebabkan penyakit demam tipus dan paratipus.

5.9. Tukak Lambung

Tukak lambung adalah salah satu kelainan sistem pencernaan yakni kerusakan pada selaput lendir. Tukak lambung dapat disebabkan oleh factor-faktor kuman, toksin, ataupun psikosomatis. Kecemasan, ketakutan, stress, dan kelelahan merupakan faktor psikosomatis yang akhirnya dapat merangsang pengeluaran HCL di lambung. Jika HCL berlebihan, selapu lendir lambung akan rusak.

5.10. Malnutrisi (kurang gizi)

Yakni penyakit yang disebabkan oleh terganggunya pembentukan enzim pencernaan. Gangguan tersebut disebabkan oleh sel-sel pancreas atropi yang kehilangan banyak reticulum endoplasma. Sebagai contoh adalah kwashiorkor, yakni penyakit akibat kekurangan protein yang parah dan pada umumnya menyerang anak-anak.

6. Organ Sistem Pencernaan pada Manusia

Terdapat 6 organ utama dalam sistem pencernaan yaitu mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus. Berikut adalah 6 organ pencernaan manusia beserta bagian-bagiannya.

6.1. Mulut

Mulut adalah pintu masuk makanan. Di dalam mulut terdapat lidah, rongga mulut, kelenjar ludah, dan gigi. Jadi fungsi mulut bermacam-macam yaitu menghancurkan makanan, mencerna makanan, mengecap rasa makanan, dan membantu menelan makanan. Di dalam mulut terjadi pencernaan mekanis (dengan gigi dan lidah) dan pencernaan kimiawi (dengan ludah yang mengandung enzim ptialin). Berikut adalah gambar anatomi mulut beserta bagian-bagiannya:
Mulut terdiri dari:
  1. Langit-langit
  2. Gigi
  3. Gusi
  4. Tulang langit-langit
  5. Pembuluh darah dan saraf langit-langit
  6. Amandel
  7. Lidah
  8. Anak lidah

6.2. Kerongkongan

Kerongkongan adalah penghubung antara mulut dan lambung. Kerongkongan disebut juga esofagus. Kerongkongan berbentuk tabung dan terdapat otot. Otot pada kerongkongan berfungsi untuk membawa makanan dari mulut ke lambung dengan menggunakan gerak peristaltik. Berikut adalah gambar anatomi kerongkongan beserta bagian-bagiannya:
Kerongkongan dibagi menjadi tiga bagian yaitu:
  1. Bagian superior yang sebagian besar terdiri dari otot rangka.
  2. Bagian tengah yang terdiri dari campuran otot rangka (otot lurik) dan otot polos.
  3. Bagian inferior yang terdiri dari otot polos.

6.3. Lambung

Lambung adalah organ pencernaan yang berfungsi untuk mencerna berbagai zat-zat makanan. Letak lambung berada di bawah sekat rongga badan. Di dalam lambung terjadi pencernaan kimiawi dengan menggunakan enzim pepsin, enzim renin, enzim lipase, dan asam lambung (HCl). Berikut adalah gambar anatomi lambung beserta bagian-bagiannya:
Lambung terdiri dari tiga bagian utama yaitu kardiak, fundus, dan pilorus. Di ujung bagian atas lambung yang berbatasan dengan kerongkongan terdapat sfingter yang berfungsi untuk menjaga makanan agar tidak keluar dari lambung dan dimuntahkan kembali. Sedangkan di bagian bawah yang berbatasan dengan usus dua belas jari disebut sfingter pilorus.

6.4. Usus Halus

Usus halus adalah tempat penyerapan sari-sari makanan. Disini juga terjadi proses pencernaan kimiawi dengan bantuan enzim tripsin, enzim disakarase, enzim erepsin, dan enzim lipase. Sari-sari makanan diserap melalui jonjot-jonjot usus yang disebut vili. Seluruh sari makanan kecuali asam lemak dan gliserol diangkut melalui vena porta menuju ke hati. Sedangkan asam lemak dan gliserol diangkut melalui pembuluh limfa. Berikut adalah gambar anatomi usus halus beserta bagian-bagiannya:
Di usus halus juga terdapat duodendum (usus dua belas jari), jejunum, dan ileum.

6.5. Usus Besar

Usus besar adalah usus yang terbesar. Fungsi usus besar adalah untuk memilah kembali hasil pencernaan. Disini terjadi penyerapan air dengan jumlah yang terbesar daripada organ lain dan terjadi proses pembusukan sisa-sisa makanan dengan bantuan bakteri. Berikut adalah gambar anatomi usus besar beserta bagian-bagiannya:
Struktur usus besar terdiri dari:
  1. Usus buntu
  2. Kolon asedens (kolon naik)
  3. Kolon transversum (kolon datar)
  4. Kolon desendens (kolon turun)
  5. Rektum. Tempat menyimpan feses sebelum dikeluarkan melalui anus.

6.6. Anus

Anus atau dubur adalah penghubung antara rektum dengan lingkungan luar tubuh. Di anus terdapat otot sphinkter yang berfungsi untuk membuka dan menutup anus. Fungsi utama anus adalah sebagai alat pembuangan feses melalui proses defekasi (buang air besar). Berikut adalah gambar anatomi anus beserta bagian-bagiannya:
Di anus terdapat otot sphinkter, rektum, dan vena. Fungsi otot sphinkter adalah untuk membuka atau menutup anus. Sedangkan fungsi rektum adalah untuk menyimpan feses sementara waktu.


Sumber:

1. Sistem pencernaan makanan pada manusia (gurungeblog.wordpress.com)
2. Sistem pencernaan (id.wikipedia.org)
3. Pencernaan (id.wikipedia.org)
4. Sistem Pencernaan pada Manusia (wandylee.wordpress.com)
5. Ganguan atau Kelainan pada Sistem Pencernaan Manusia (donnarevita-sciencetwo-duablas.blogspot.com

Bagian Bagian Telinga dan Fungsinya

  1. PENGERTIAN TELINGA

Telinga adalah Organ tubuh manusia yang berfungsi sebagai indra pendengaran dan organ yang menjaga keseimbangan. Telinga merupakan organ yang berperan terhadap pendengaran kita akan suara atau bunyi, hal ini dapat terjadi karena telinga memiliki reseptor khusus yang berfungsi untuk mengenali getaran suara. Namun Telinga memiliki batasan frekuensi suara yang dapat didengar, yaitu yang frekuensinya 20 Hz – 20.000 Hz.

  1. FUNGSI TELINGA
  • Telinga Sebagai Pengatur Keseimbangan, Terdapat struktur khusus pada organ telinga yang berfungsi mengatur dan menjaga keseimbangan tubuh. Organ ini berhubungan dengan saraf otak ke VIII yang berfungsi dalam menjaga keseimbangan dan untuk mendengar.
  • Telinga Sebagai Indera Pendengaran, Telinga dapat berfungsi sebagai indera pendengaran apabila terdapat gelombang suara yang masuk melalui telinga luar yang akan diterima oleh otak melalui proses terjadinya pendengaran yang akan kami jelaskan dibawah.
  1. BAGIAN – BAGIAN TELINGA DAN FUNGSINYA

Secara luas telinga di bagi menjadi 3 bagian besar, yaitu Telinga Luar, Telinga Tengah, dan Telinga dalam. Masing – masing bagian tersebut memiliki fungsi spesifik terhadap tugasnya masing – masing. Berikut penjelasan untuk bagian – bagian telinga tersebut :

  1. Telinga Luar

Telinga bagian luar terdiri atas daun telinga (aurikula), saluran telingan luar (analis auditoris eksternal), dan gendang telinga (Membran Timpani) yang membatasinya dengan telinga dalam.

Daun Telinga terbentuk oleh susunan tulang rawan yang memiliki bentuk khas untuk mendukung fungsinya, yaitu untuk memusatkan gelombang suara yang masuk ke saluran telinga.

Saluran Telinga Luar, dalam bagian ini terdapat kelenjar sudorifera yaitu kelenjar yang dapat menghasilkan serumen (bahan mirip lilin yang dapat mengeras). Serumen ini menjaga telinga agar tidak banyak kotoran dari luar yang masuk ke dalam, juga dapat menghindari masuknya serangga karena memiliki bau tidak sedap.

Membran Timpani adalah bagian yang berfungsi untuk menangkap gelombang suara.

  1. Telinga Tengah

Telinga tengah merupakan rongga yang berisi udara dan menjaga tekanan udara tetap seimbang. Dinding dari bagian ini dilapisi oleh sel epite. Fungsi Utamanya adalah untuk meneruskan Suara yang diterima dari Telinga Luar ke Telinga Bagian Dalam. Pada telinga bagian tengah terdapat Tuba Eustachius, yaitu bagian yang menghubungkan telinga dengan rongga mulut (faring). Tuba Eustachius Ini berfungsi untuk menyeimbangkan tekanan udara antara telinga bagian luar dengan telinga bagian tengah.

Telinga bagian tengah terdiri atas 3 tulang pendengaran utama yaitu Maleus(Martil), Incus(Landasan), dan Stapes(sanggurdi), Tulang – Tulang ini saling berhubungan satu sama lain (dihubungkan oleh sendi) karena adanya sendi maka tulang – tulang ini dapat bergerak. Rangkaian 3 Tulang yang sedemikian rupa ini berfungsi untuk mengirimkan getaran yang diterima dari membran timpani pada telinga luar menuju ke Jendela Oval Telinga Dalam.  Tuba Eustachius ini selalu menutup kecual saat menelan dan menganga. Oleh karena itu saat kita dalam ketinggian tertentu, apabila telinga berdengung, kita dianjurkan untuk menelan, karena menelan dapat membuka tuba eustachius yang akan menyeimbangkan kembali tekanan udara.

  1. Telinga Dalam

Telinga Dalam terdiri atas bagian tulang dan bagian membran. Telinga dalam disebut juga sebagai labirin karena bentuknya. Labirin tulang (Labirin Osea) merupakan rongga yang terbentuk pada tonjolan tulang pelipis yang berisikan cairan perilimfe. Labirin Membran terletak pada bagian yang sama dengan bagian labirin tulang, namun tempatnya lebih dalam dan dilapisi oleh sel epitel serta berisi cairan endolimfe.

Labirin Tulang telinga dalam terbagi menjadi 3 bagian, yaitu :

  • Koklea (Fungsinya lebih ke pendengaran)
  • Vestibuli (Fungsinya lebih ke menjaga keseimbangan)
  • Kanalis Semisirkularis (Fungsinya lebih ke menjaga keseimbangan)
  1. Koklea (Rumah Siput)

Koklea berbentuk seperti tabung bengkok ke belakang lalu berlilit mengelilingi tulang dan membentuk seperti kerucut di ujungnya. Koklea berfungsi sebagai reseptor karena memiliki sel – sel saraf di dalamnya. Dalam Tabung Koklea terdapat bagian yang dibentuk oleh tulang dan membran koklea, bagian ini disebut Membran Basilaris. Membran Basilaris berfungsi memisahkan koklea menjadi 2 bagian, yaitu pada bagian atas disebut Skala Vestibuli, dan pada bagian bawah disebut skala timpani. Diantara skala vestibuli dan skala timpani terdapat skala media. Bagian atas Skala media dibatasi oleh membran vestibularis (reissner) dan bagian bawahnya oleh membran basilaris.

Dalam skala vestibuli dan Skala Timpani terdapat cairan yang disebut dengan cairan perilimfe. Cairan ini berasal dari cairan serebrospinal yang masuk melalui sebuah saluran kecil, kemudian bermuara di vestibuli. Sedangkan dalam skala media terdapat cairan yang disebut dengan endolimfe yang belum diketahui darimana asalnya.

Pada Bagian atas membran basilaris terdapat suatu struktur khusus yang dikenal dengan nama organ korti. Organ Korti berfungsi mengubah getaran suara menjadi impuls. Organ Korti adalah struktur yang disusun oleh sel-sel rambut dan sel penyokong, sel rambut pada organ korti ini dihubungkan dengan bagian auditori (pendengaran) dari saraf otak VIII.

  1. Vestibuli

Vestibuli adalah bagian yang terdiri dari sakula dan utrikula. Sakula dan Utrikula ini disusun oleh sel rambut yang memiliki struktur khusus, sel rambut ini disebut macula acustika. Sel rambut pada sakula tersusun secara vertikal, sedangkan pada utrikula tersusun secara horizontal. Pada sel rambut macula austica ini tersebar partikel serbuk protein kalsium karbonat (CaCO3) yang disebut otolith. Secara sederhana cara kerja vestibuli dapat dijelaskan :

Saat berubahnya posisi kepala, Otolith yangs sensitif terhadap gravitasi lepas dari sel rambut pada macula asutica, hal ini merangsang timbulnya “respon pendengaran” yang akan direspon oleh otot untuk menjaga keseimbangan.

  1. Kanalis Semisirkularis (Saluran Setengah Lingkaran)

Kanalis Semisirkularis adalah saluran setengah lingkarang yang terdiri dari 3 saluran semisirkularis yang tersusun menjadi satu kesatuan dengan posisi yang berbeda.  3 Saluran tersebut adalah :

  • Kanalis Semisirkularis Horizontal
  • Kanalis Semisirkularis Vertikal Superior (Vertikal Atas)
  • Kanalis Semirikularis Vertikal Posterior (Vertikal Belakang)
  1. PROSES TERJADINYA PENDENGARAN

Gelombang Suara masuk melalui telinga luar à Masuk ke membran timpani à Membran Timpani mengubah gelombang suara menjadi getaran à Getaran Diteruskan ke Koklea (Rumah Siput à Getaran membuat cairan di rumah siput bergerak à Pergerakan cairan merangsang berbagai reseptor rambut di koklea (rumah siput) à Sel rambut akan bergetar à Getaran akan dikirim melalui saraf sensoris menuju otak dalam bentuk impuls à Otak menerima impuls dan menerjemahkannya sebagai suara

Penyakit Paru Paru Kronik (COPD)

Penyakit paru paru kronik (COPD)

Penyakit COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease) adalah penyakit kronis paru paru yang disebabkan oleh kerusakan paru paru yang tidak bisa lagi disembuhkan. Penyakit ini sangat erat hubungannya dengan asap rokok yang dihirup baik oleh perokok atau pun orang disekitarnya yang juga menghirup asap rokok tersebut secara berkepanjangan.
Kondisi paru paru yang biasanya ditemukan pada penderita COPD adalah:
  1. Emfisema: paru paru yang biasanya elastis menjadi kaku dan susah bergerak menyebabkan pertukaran udara di paru paru tidak berjalan dengan sempurna
  2. Bronchitis kronis: adanya proses peradangan pada dinding cabang saluran pernafasan menyebabkan lubang pernafasan menjadi lebih sempit dan memproduksi dahak yang berlebihan
  3. Asthma kronis: sesak nafas secara terus menerus

Apakah gejala gejala COPD?

Gejala gejala COPD meliputi:

  • Sesak nafas terutama setelah olah raga
  • Pada kasus yang berat penderita juga menderita sesak nafas saat istirahat
  • Wheezing: nafas bersuara tempo tinggi
  • Batuk
  • Batuk berdahak
  • Badan lemah dan tidak bertenaga
  • Cyanosis: Selaput bibir dan kulit berwarna kebiruan
  • Sangat mudah terjangkit infeksi pada paru paru

Apakah faktor resiko COPD?

Beberapa faktor bisa mempermudah seseorang terkena penyakit TBC. Faktor faktor tersebut diantaranya adalah:
  • Merokok
  • Terkontaminasi debu debu tertentu seperti: debu zat kimia tertentu, debu kayu dan sejenisnya
  • Kelainan genetik

Apakah komplikasi dari COPD?

  • Infeksi paru paru
  • Pneumonia
  • Paru paru kolaps
  • Kelainan jantung
  • Osteoporosis
  • Depresi
  • Bengkak pada kaki dan pergelangannya

Bagaimanakah cara mendiagnosis COPD?

Diagnosis COPD dipastikan dengan pemeriksaan spirometri.
Test yang lain adalah:
  • Pemeriksaan jasmani
  • Pemeriksaan darah
  • Pemeriksaan dahak
  • Rontgen paru paru dan jantung

Bagaimanakah penanganan COPD?

COPD tidak bisa disembuhakan. Akan tetapi ada beberapa penanganan yang bisa dilakukan untuk mengurangi penderitaan penderita COPD.
Pengobatan biasanya untuk meringankan gejala gejala COPD, misalnya:
  • Obat yang bisa melebarkan saluran pernafasan
  • Obat yang bisa mengurangi peradangan dinding saluran nafas
  • Obat untuk mengencerkan dahak
  • Oksigen terapi
  • Pengobatan infeksi apabila ada infeksi saluran pernafasan
  • Rehabilitasi paru paru dengan olah raga, latihan dan pendidikan
  • Operasi untuk mengurangi volume paru paru, hanya bisa dilakukan pada kasus kasus tertentu saja yang bisa diputuskan oleh dokter spesialis paru paru
  • Pemeriksaan diri rutin ke dokter
Mengubah gaya hidup penderita COPD
Penderita COPD perlu melakukan penyesuaian pada gaya hidup antara lain:
  • Berhenti merokok
  • Olah raga yang teratur
  • Makan makanan bergizi
  • Banyak beristirahat
  • Minum air secukupnya
  • Hindari daerah daerah berdebu

Perbedaan usus halus dan usus besar

Usus Halus

Usus halus adalah panjang sekitar 4.5m dan terletak di antara lambung dan usus besar. Usus halus terutama membantu untuk mencerna makanan dan menyerap nutrisi dari makanan melalui proyeksi seperti jari kecil di permukaan bagian epitel yang disebut vili.

Baik usus halus dan usus besar dianggap sebagai bagian dari usus. Mereka telah struktur seperti tabung memanjang dengan lumen bagian dalam. Permukaan apikal setiap sel epitel memiliki ekstensi sitoplasma disebut mikrovili. Karena struktur khusus ini, dinding epitel usus halus disebut perbatasan kuas.

Villi dan mikrovili meningkatkan luas untuk efisiensi penyerapan. Usus halus dapat dibagi menjadi tiga bagian; duodenum, jejunum, dan ileum. Pencernaan makanan terjadi terutama di duodenum dan jejunum.

Usus besar

Usus besar terutama menghilangkan bahan limbah dari tubuh kita. Usus besar memiliki panjang adalah sekitar 1m, dan membentuk bagian terakhir dari saluran pencernaan. pencernaan Tidak berlangsung di dalam usus besar dan hanya sekitar 4% dari penyerapan cairan, khususnya air, terjadi di sana. Dinding bagian dalam usus besar tidak memiliki villi dan memiliki luas permukaan serap yang sangat rendah.

Fungsi usus besar termasuk penyerapan air dan limbah metabolik bakteri seperti vitamin K dan produksi bahan limbah yang disebut feses. Banyak bakteri hidup dan berkembang biak di daerah ini karena menyediakan bahan makanan yang tidak tercerna sebagai substrat untuk fermentasi bakteri.

Apa perbedaan antara usus halus dan usus besar?

  1. Usus halus lebih panjang dari usus besar
  2. Secara umum, lebar atau diameter dari usus halus adalah lebih kecil dari usus besar.
  3. Hampir semua bagian dari usus halus kecuali duodenum bersifat mobile. Sebaliknya, banyak bagian dari usus besar kurang mobilitas.
  4. kemampuan isi usus halus lebih kecil dibandingkan isi usus besar.
  5. Usus halus memiliki mesenterium yang melewati bawah melintasi garis tengah ke fosa iliaka kanan sedangkan usus besar tidak.
  6. Usus besar memiliki penanda lemak yang melekat pada dinding yang dikenal sebagai ‘lampiran epiploicae’ sedangkan usus halus tidak.Dinding luar usus halus halus sedangkan usus besar yang seperti kantung.
  7. Otot longitudinal usus halus membentuk lapisan kontinyu sekitarnya, sedangkan usus besar (kecuali usus buntu) direduksi yang membentuk tiga band yang disebut ‘taniae coli’.
  8. Membran mukosa usus halus memiliki vili yang tidak hadir dalam usus besar.
  9. Dinding bagian dalam usus halus memiliki lipatan permanen yang disebut plicae circulares, sementara tidak ada lipatan tersebut ditemukan di dalam dinding usus besar.
  10. patch player’s (agregasi jaringan limfoid) yang hadir hanya dalam selaput lendir usus halus sedangkan mereka tidak hadir dalam usus besar.Usus halus terletak di antara lambung dan usus besar, sedangkan usus besar adalah bagian terakhir dari saluran gastro-intestinal.
  11. Fungsi dasar dari usus halus untuk mencerna makanan dan menyerap nutrisi, sedangkan usus besar adalah menyerap kembali zat-zat tertentu dari makanan yang tidak tercerna dan menghilangkan limbah.

Mengatur Tekanan Darah

Ada berbagai cara menurunkan tekanan darah tinggi secara mudah dan efektif yang bisa anda temukan saat ini. Tekanan darah tinggi merupakan salah satu gangguan kesehatan yang cukup umum ditemukan saat ini. Ada banyak hal yang bisa menyebabkan naiknya tekanan darah mulai dari bekerja terlalu lama, kurangnya berolahraga, gaya hidup yang tidak sehat, serta pola makan yang kurang berimbang. Tekanan darah tinggi juga dianggap sebagai salah satu faktor penyebab gangguan kesehatan lainnya seperti stroke dan serangan jantung.

Untuk menurunkan tekanan darah anda, ada beberapa hal yang bisa anda lakukan.
1.  Olahraga teratur
Sebenarnya anda cukup melakukan olahraga ringan saja seperti lari di pagi hari yang sudah terbukti dapat melancarkan peredaran darah Anda dan pastinya itu dapat mencegah darah tinggi. Akan tetapi Anda harus rajin dan juga harus teratur melakukan ini semua. Karena olahraga di sini berfungsi untuk menyeimbangkan antara makanan yang masuk dalam tubuh Anda dengan aktivitas yang Anda lakukan setiap hari.

2.  Perubahan diet
Saat Anda terkena tekanan darah tinggi, tampaknya diet akan memainkan peranan penting ke depannya. Ubahlah kebiasaan makan Anda yang tidak sehat dengan kebiasaan makan yang sehat terutama untuk jantung. Makan makanan yang mengandung potasium dan asam lemak omega 3 yang sudah terbukti baik untuk jantung. Terlalu banyak gara akan sangat buruk untuk kesehatan Anda, oleh karena itu bacalah label makanan baik-baik dan jauhi makanan yang mengandung sodium tinggi. Jika Anda ingin menambahkan rasa pada makanan, Anda bisa menambahkan rempah atau bumbu lain daripada garam.

3.  Ubah gaya hidup
Sadar atau tidak, ternyata gaya hidup sehat akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan Anda secara keseluruhan. Beberapa minuman yang seringa Anda konsumsi seperti minuman yang mengandung alkohol, minuman berkafein, kebiasaan makan makanan cepat sajidan juga kebiasaan menghisap rokok sering membawa dampak yang sangat buruk untuk kesehatan anda. Dan tentu saja, salahsatu dampaknya yaitu dapat menyebabkan penyakit darah tinggi dan penyakit lainnya.

4.  Monitor kesehatan Anda
Karena tekanan darah tinggi sering tidak menimbulkan gejala, sehingga ia dapat menimbulkan gangguan serius bahkan sebelum didiagnosa. Dikenal sebagai “silent killer”, banyak orang dapat melalui tahun-tahun tanpa mengetahui dirinya mengidap darah tinggi. Oleh karena itu periksakan diri Anda dengan teratur untuk mengidentifikasi dan menangani tekanan darah tinggi.

5.  Obat-obatan
Jika pendekatan alami tidak menolong Anda mengontrol tekanan darah dan tekanan darah Anda dalam level yang berbahaya, ada bermacam obat-obatan yang dibuat untuk mengontrol dan menurunkan tekanan darah Anda. Dokter Anda akan meresepkan obat sesuai dengan beratnya hipertensi yang Anda derita.

Penyakit pada Manusia yang Disebabkan oleh Virus

Penyakit yang terjadi pada manusia dapat disebabkan oleh banyak hal, salah satunya disebabkan oleh virus. Berikut ini adalah Penyakit-penyakit pada manusia yang disebabkan oleh virus.

1. Gondongan
Gondongan merupakan penyakit pembengkakkan kelenjar parotis (kelenjar ludah) yang dapat menular. Pembengkakkan dan rasa nyeri akan lebih terasa ketika menelan makanan yang bersifat asam. Gondongan disebabkan oleh Paramyxovirus.


2. Herpes
Herpes merupakan penyakit infeksi pada sel epitel. Setelah terjadi infeksi, virus tidak akan keluar tubuh dan tetap berada pada sel-sel saraf. Penyakit ini dapat menular melalui kontak langsung dengan cairan yang berasal dari jaringan epitel yang terinfeksi. Herpes disebut juga “demam lepuh”. Penyeba Herpes adalah virus herpes simpleks (HSV-1 dan HSV-2).

3. Cacar variola (smallpox)
Cacar variola disebabkan oleh virus variola. Maka inkubasi virus variola sekitar 12 hari. Selama 1-5 hari sebelumnya akan terjadi demam dan tubuh terasa lesu. Kemudian diikuti secara berturut-turut munculnya vesikula (gelembung) pada kulit, pustula (gelembung berisi nanah) yang membentuk kerak, kemudian lepas meninggalkan bekas berupa parut warna merah muda yang secara perlahan akan memudar. Untuk pencegahan cacar digunakan vaksin virus Orthopoxvirus.

4. Cacar air varisela (chikenpox) dan herpes zoster (shingles)
Cacar air varisela merupakan penyakit ringan yang mudah menular, terutama pada anak-anak. Penyakit ini ditandai dengan timbulnya vesikula pada kulit dan selaput lendir. Herpes zoster adalah penyakit cacar air yang diderita oleh orang dewasa dengan gejala sama seperti cacar air varisela, penyaki ini ditandai oleh adanya ruam vesikula di kulit. Keduanya disebabkan virus varisela. Perbedaannya adalah cacar air varisela disebabkan infeksi pertama virus, sedangkn herpes zoster disebabkan oleh pengaktifan kembali virus laten yang menetap di ganglia sensorik.

5. Hepatitis
Hepatitis adalah penyakit gangguan fungsi hati dan saluran empedu yang dapat menyebabkan kematian. Penularan virus hepatitis dapat melalui cairan tubuh atau peralatan makan dan minum penderita. Terdapat beberapa penyakit hepatitis, yaitu hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, hepatitis D, dan hepatitis E. Penyebab penyakit hepatitis A adalah virus HAV dari genus Heparnavirus. Penyakit hepatitis B disebabkan oleh virus HBV dari genus Orthohepadnavirus. Penyakit hepatitis C disebabkan oleh virus HCV dari genus Hepacivirus. Penyakit hepatitis D disebabkan oleh virus HDV dari genus Deltavirus. Sedangkan penyuakit hepatitis E disebabkan oleh virus HEV dari genus Herpesvirus.

6. Influenza dan parainfluenza
Influenza merupakan penyakit pernapasan yang terkadang merupakan wabah di beberapa belahan dunia. Gejala influenza timbul mendadak, dengan gejala tubuh menggigil, sakit kepala, batuk kering, demam, dan nyeri otot secara menyeluruh. Influenza disebabkan oleh kelompok virus Orthomyxovirus yang berbentuk bulat dengan diameter 100 nm. Virus influenza menyerang sel-sel saluran pernapasan dan mudah menyebar dari orang ke orang saat penederita batuk, bersin, atau melalui kontak tangan terkontaminasi.
Parainfluenza juga merupakan penyakit aluran pernapasan yang umum diderita oleh manusia segala usia. Namun, penyakit ini lebih sering diderita oleh bayi dan anak-anak. Parainfluenza disebabkan oleh Parainfluenza virus, dengan masa inkubasi antara 2-6 hari. Virus ini juga menular melalui udara. Infeksi hanya terjadi pada epitel saluran pernapasan hidung dan tenggorokan sehingga menyebabkan sindrom batuk pilek yang tidak terlalu berbahaya.

7. Campak (morbili)
Penyakit campak disebabkan oleh virus Morbillivius. Masa inkubasi virus ini 7-11 hari, dengan gejala demam, bersin, batuk, pilek, mata merah, dan timbul ruam bercak cokelat pada kulit. Penyakit campak dapat menular, namun satu kali infeksi dapat memberikan kekebalan seumur hidup. Campak bersifat endemik dan kira-kira berulang setiap 2-3 tahun. Pencegahannya dilakukan dengan cara pemberian vaksin.

8. AIDS 
AIDS (acquired immunodeficiency syndrome) adalah penyakit hilangnya sistem kekebalan tubuh. Penyakit AIDS pertama kali sampai di Amerika pada tahun 1981, sedangkan isolasi virus dilakukan akhir tahun 1983. Penyakit ini disebabkan oleh HIV (human immunodeficiency virus) dan genus Lentivirus, famili Retroviridae, subfamili Lentivirinae yang menyerang sel limfosit T CD4. Perjalanan infeksi HIV sangat khas yakni memerlukan waktu yang cukup lama (sekitar 10 tahun); mulai dari stadium infeksi primer, penyebaran virus ke organ limfoid, masa laten klinik, timbulnya ekspresi HIV, penyakit klinik, dan akhirnya menyebabkan kematian. Kematian biasanya terjadi dua tahun setelah timbul penyakit klinik, ditandai dengan tidak adanya respons imun terhadap semua infeksi patogen. Gejala yang dapat dilihat, antara lain diare kronis, penurunan berat badan, demam, sesak napas, rasa lelah, dan bercak putih pada lidah. Penularan HIV dapat terjadi melalui hubungan seksual dengan penderita AIDS (orang yang positif HIV), penggunaan jarum suntik bekas oleh pengguna narkoba, transfusi darah yang tercemar HIV, dan ibu positif HIV yang menularkan kepada bayi dikandungnya. AIDS tidak dapat menular melalui sentuhan biasa, misalnya berjabat tangan dengan penderita, persinggungan kulit, penggunaan toilet bersama, gigitan nyamuk, mencoba pakaian di toko pakaian, memegang alat minum atau gagang telepon, berenang di kolam renang umum, udara terbuka, dan makanan pada umumnya AIDS diderita oleh kaum homoseksual, pasien yang seing menerima transfusi darah, pemakai narkoba jenis suntik, pelaku seks bebas yang sering berganti pasangan, dan anak-anak dilahirkan dari wanita positif HIV.

9. Poliomielitis
Poliomielitis adalah penyakit infeksi virus yang menyerang susunan saraf pusat. Bila virus Poliomielitis menyerang sumsum tulang belakang, maka akan meyebabkan kelumpuhan. Penderita umumnya anak-anak. Penyebabnya adalah Poliovirus yang ditularkan melalui makanan yang tercemar oleh feses penderita dengan pemberian vaksin Salk. Vaksin ini berasal dari virus yang dikembang biakkan dalam ginjal monyet.

10. Tumor, kanker, karsinoma, dan kutil
Tumor merupakan jaringan yang terbentuk dari sel-sel dengan kecepatan pembelahan melebihi batas normal. Tumor ganas disebut dengan istilah kanker. Karsinoma adalah kanker pada jaringan lunak, misalnya pada membran. Kutil merupakan tumor jinak pada sel epitel kulit atau membran mukosa.

11. Demam berdarah 
Demam berdarah ditandai gejala tubuh menggigil dan sakit kepala. Rasa sakit segera timbul, khususnya pada punggung, otot, sendi, dan bola mata. Suhu badan kembali normal setelah 5-6 hari dan meningkat kembali sekitar 5-8 hari kemudian. Bercak-bercak merah akan timbul dan berlangsung selama 24-72 jam. Kadar trombosit dalam darah akan menurun dan kondisi paling parah yang dapat terjadi adalah pendarahan yang menyebabkan kematian. Demam berdarah merupakan penyakit epidemi (wabah) di India, Filipina, dan Indionesia dengan angka kematian 5-10%. Demam berdarah disebabkan oleh virus dengue (Flavivirus) melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

12. Chikungunya
Chikungunya dilaporkan pertama kali pada tahun 1952 Tanzania. Penyakit ini disebabkan oleh virus chikungunya yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti. Gejala yang dirasakan oleh penderita hampir sama dengan demam berdarah. Penderita akan merasakan nyeri yang hebat pada persendian tangan dan kaki sampai menyebabkan kelumpuhan sementara.

13. Ebola
Ebola merupakan penyakit yang mematikan. Virus Ebola ini diketahui muncul pertama kali pada tahun 1976 di Zaire, Afrika Tengah dan diperkirakan ditularkan ke manusia melalui babi yang terinfeksi. Virus ini menyerang sel darah putih makrofag, jaringan fibrolas, kemudian menyebar ke organ-organ tubuh sehingga dapat menyebabkan pendarahan dan kematian pada penderitanya.

14. Flu burung
Penyakit flu burung atau avian influenza (AI) yang pada awalnya hanya menyerang unggas ini disebabkan oleh HPAIV (highly pathogenic avian influenza virus) . Namun, beberapa varian tertentu mengalami mutasi menjadi semakin ganas dan dapat menyerang babi dan manusia. Penyebab flu burung di Asia adalah kelompok virus tipe A dengan subtipe (strain) H5N1 yang sangat ganas. Virus ini berukuran 90-120 nanometer dan termasuk famili Orthomyxovirus.
Masa inkubasi virus di dalam tubuh inang antara 1-7 hari, dengan gejala demam, sakit tenggorokan, batuk, nyeri otot, sakit kepala, lemas, keluar lendir bening dari hidung, sesak napas, dan radang paru-paru (pneumonia). Penyakit ini dapat menyebabkan kematian dalam waktu yang sangat cepat. Virus dapat bertahan di air selama 4 hari pada suhu 22 derajat Celcius dan bertahan lebih dari 30 hari pada suhu 0 derajat celcius, tetapi virus ini dapat mati pada pemanasan di atas 60 derajat celcius selama 30 menit. Di dalam feses unggas, virus dapat bertahan hidup lebih lama. Penularan melalui konsumsi daging belum terbukti, namun perlu diperhatikan cara pengolahannya. Pastikan daging yang dikonsumsi benar-benar matang. Telur dengan cangkang yang kotor oleh feses dan lendir unggas terinfeksi juga perlu diwaspadai karena kemungkinan tercemar oleh virus flu burung. Sebaiknya Anda tidak mengonsumsi telur mentah atau setengah matang.

15. SARS
SARS pertama kali dilaporkan terjadi di Guangzhou (Cina Selatan), kemudian dengan cepat menyebar ke Hongkong, Singapura, Tiwan, Vietnam, kemudian ke Malaysia dan Indonesia. Penyakit SARS (severe acute respiratory syndrome) menyebabkan gangguan akut pada saluran pernapasan yang dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini disebabkan oleh virus SARS yang penularannya malalui udara. Gejalanya antara lain demam tinggi hingga lebih dari 38 derajat Celcius, menggigil, lesu, batuk kering, sakit kepala, nyeri otot, dan sesak napas yang mengakibatkan penderita kekurangan oksigen.

Perbedaan Toko Obat dan Apotek

Apakah perbedaan antara toko obat berizin dan apotek? Masyarakat yang tinggal di lingkungan perkotaan dapat membeli obat di apotek ataupun toko obat. Pada dasarnya, mereka sama-sama menjual obat-obatan secara eceran. Tapi tahukah Anda kalau toko obat berizin itu berbeda dengan apotek?

Menurut peraturan yang berlaku di Indonesia, toko obat hanya sebatas diizinkan untuk menjual obat-obatan bebas dan alat kesehatan ringan seperti plester, perban, kapas, dan sebagainya. Penanggung jawab toko obat ialah asisten apoteker yakni minimal seseorang yang telah lulus SMK jurusan teknik farmasi. Sedangkan apotek diperbolehkan untuk menjual semua jenis obat, mulai dari obat bebas hingga obat dengan resep dokter. Seorang apoteker minimal lulusan fakultas farmasi menjadi penanggung jawab utama dari apotek.

Toko Obat Berizin

Toko obat atau pedagang eceran obat merupakan seseorang atau lembaga yang mempunyai izin untuk menyimpan obat-obatan bebas dan obat-obatan bebas terbatas untuk dijual kembali kepada masyarakat di tempat-tempat tertentu sesuai surat izin. Dasar hukum pendirian toko obat berizin di Indonesia adalah SK Menkes RI No. 1189A/Menkes/SK/X/1999 tentang Wewenang Penetapan Izin di bidang Kesehatan, SK Menkes RI No. 167/Kab/VII/1972 tentang Pedagang Eceran Obat, SK Menkes RI No. 1331/Menkes/SK/X/2002 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri RI No. 167/Kab/VII/1972 tentang Pedagang Eceran Obat, dan SK Walikota Kota setempat. Adapun masa berlaku SK izin toko obat adalah dua tahun.

Apotek

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), apotek adalah toko tempat meramu dan menjual obat berdasarkan resep dokter serta memperdagangkan barang medis. Apotek juga dapat diartikan sebagai suatu tempat tertentu serta tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian dan penyaluran sediaan farmasi maupun perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat. Sarjana farmasi yang sudah lulus dan telah mengucapkan sumpah jabatan yang berdasarkan perundang-undangan yang berlaku disebut apoteker.

Pendirian apotek harus didasari dengan Surat Izin Apotek (SIA) yaitu surat izin yang dikeluarkan oleh Menteri kepada Apoteker bekerja sama dengan pemilik sarana untuk menyelenggarakan apotek di suatu tempat. Dasar hukum apotek antara lain UU Obat Keras St. 1937 No. 541, UU No. 22 tahun 1997 tentang Narkoba, UU No. 5 tahun 1997 tentang Psikotropika, PP No. 41 tahun 1980 tentang Masa Bhakti dan Izin Kerja Apoteker, SK Menkes RI No. 922/SK/Menkes/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotek, dan SK Menkes No. 1189A/Menkes/SK/X/1999 tentang Wewenang Penetapan Izin di bidang Kesehatan.

Perbedaan

Dari uraian di atas, maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa perbedaan antara toko obat berizin dengan apotek yaitu :

  1. Toko obat berizin hanya sebatas diizinkan untuk menjual obat-obatan bebas dan alat kesehatan ringan. Sedangkan apotek diperbolehkan untuk menjual semua jenis obat.
  2. penanggung jawab apotek adalah apoteker. Sementara itu, penanggung jawab toko obat berizin ialah asisten apoteker.
  3. Masa berlaku SK izin toko obat yaitu dua tahun. Berbeda dengan masa berlaku SIA (Surat Izin Apotek) yang mencapai lima tahun dengan melakukan registrasi berkala setiap satu tahun.

Siklus Menstruasi Wanita

Siklus menstruasi adalah perubahan dalam tubuh wanita, khususnya pada bagian organ reproduksi. Yaitu ketika lapisan dinding rahim (endometrium) yang menebal luruh karena tidak adanya pembuahan sel telur. Siklus menstruasi pada tiap wanita berbeda-beda antara 23-35 hari, namun rata-rata siklus menstruasi adalah 28 hari. Alat usg mendeteksi mentruasi bisakah, kita belajar untuk memanfaatkan alat ini, bis!

yang terjadi selama siklus menstruasi - alodokter

Pada dasarnya, siklus menstruasi dibagi menjadi beberapa fase yang diatur oleh lima hormon di dalam tubuh.

  • Estrogen

Hormon yang diproduksi pada ovarium ini sangat berperan di dalam tubuh, terutama pada ovulasi dalam siklus reproduksi wanita. Hormon ini juga berperan pada perubahan tubuh remaja dalam masa pubertas serta terlibat dalam pembentukan kembali lapisan rahim setelah periode menstruasi.

  • Progesteron

Hormon ini bekerjasama dengan estrogen guna menjaga siklus reproduksi dan menjaga kehamilan. Sama dengan estrogen, progesteron juga diproduksi di ovarium dan berperan dalam penebalan dinding rahim.

  • Hormon pelepas gonadotropin (Gonadotrophin-releasing hormone – GnRh)

Diproduksi oleh otak, hormon ini membantu memberikan rangsangan pada tubuh untuk menghasilkan hormon perangsang folikel dan hormon pelutein.

  • Hormon Pelutein (Luteinizing hormone-LH)

Sel telur dan proses ovulasi dihasilkan oleh ovarium berkat rangsangan dari hormon ini.

  • Hormon perangsang folikel (Follicle stimulating hormone-FSH)

Hormon ini membantu sel telur di dalam ovarium matang dan siap untuk dilepaskan. Hormon ini diproduksi di kelenjar pituitari pada bagian bawah otak.

Fase Pertama – Menstruasi

Hari pertama menstruasi merupakan hari pertama pada siklus menstruasi dan terjadi sekitar 3-7 hari. Pada masa ini, lapisan dinding rahim luruh menjadi darah menstruasi. Banyaknya darah yang keluar selama masa menstruasi adalah sekitar 30-40 ml pada tiap siklus. Rasa sakit yang terjadi pada hari-hari pertama menstruasi disebabkan oleh otot-otot rahim yang mengalami kontraksi guna mendorong dan mengeluarkan lapisan dinding rahim yang luruh menjadi darah menstruasi.Luruhnya lapisan dinding rahim dikarenakan kadar estrogen dan progesteron mengalami penurunan. Seiring dengan menurunnya estrogen dan progesteron pada fase ini, hormon perangsang folikel (FSH) mulai sedikit meningkat, peningkatan ini memancing berkembangnya beberapa folikel (kantong yang berisi indung telur) di dalam ovarium. Dari beberapa folikel yang berkembang, hanya akan ada satu folikel yang terus berkembang yang kemudian akan memproduksi estrogen. Estrogen Anda sangat rendah pada awal menstruasi, namun dengan berkembangnya folikel, hormon estrogen akan mulai meningkat kembali.

Fase Kedua – Pra ovulasi dan Ovulasi

Ketika Anda memasuki masa praovulasi, lapisan dinding rahim Anda yang sempat luruh akan kembali menebal sedikit. Lapisan dinding rahim tersebut cukup tipis sehingga sperma dapat melewati lapisan ini dengan mudah dan dapat bertahan kurang lebih selama 3-5 hari. Proses penebalan rahim dipicu oleh hormon estrogen yang mulai meningkat.Masa ovulasi tiap wanita tidaklah sama. Mungkin Anda sempat berpikir bahwa Anda berovulasi pada hari ke -14 setelah siklus pertama. Tapi nyatanya hal tersebut tidak bisa menjadi patokan tiap wanita. Hal tersebut tergantung kepada tiap siklus menstruasi di masing-masing orang.

Jika Anda sedang berencana memiliki momongan, ada baiknya Anda melakukan hubungan intim dengan suami Anda pada masa praovulasi hingga ovulasi dengan cek melalui alat usg ultrasonografi. Karena itu adalah masa subur terbaik dan sperma dapat bertahan kurang-lebih selama 3-5 hari.

Fase Ketiga – Pra Menstruasi

Pada fase ini lapisan dinding rahim makin menebal. Hal ini dikarenakan folikel yang telah pecah dan mengeluarkan sel telur, membentuk korpus luteum. Korpus luteum kemudian memproduksi progesteron yang membuat lapisan dinding rahim makin tebal.Jika tidak terjadi pembuahan, Anda akan mulai merasakan gejala pramenstruasi (PMS), seperti perubahan emosi yang lebih sensitif dan perubahan kondisi fisik, seperti nyeri pada payudara, pusing, cepat lelah, atau kembung. Selain gejala tersebut, korpus luteum akan berdegenerasi dan berhenti memproduksi progesteron. Dengan menurunnya kadar progesteron dan estrogen karena tidak terjadi pembuahan, lapisan dinding rahim akan luruh hingga menjadi darah menstruasi.